BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
1.1 Latar Belakang
Sistem Informasi
Pemasaran merupakan kumpulan dari sub–sub yang saling berhubungan satu sama
lain secara harmonis dengan tujuan untuk mengolah data yang berkaitan dengan
masalah pemasaran menjadi sistem informasi pemasaran yang diperlukan oleh
manajemen untuk mengambil keputusan dalam rangka melaksanakan fungsinya.
Dalam Sistem Informasi
Pemasaran ini terdiri atas orang, peralatan, prosedur yang ditunjukkan untuk
mengumpulkan, menganalisa dan membagi–bagi apa–apa yang dibutuhkan secara tepat
waktu dan informasi akurat yang digunakan untuk pengambilan dengan keputusan
bagi manajemen pemasaran ( Philip
Kotler ).
Sistem Informasi Pemasaran merupakan
suatu rancangan yang menekankan pada tiga hal pokok berikut:
Pertama, sistem
informasi pemasaran haruslah dilihat sebagai suatu sistem yang luas dan
bersifat fleksibel karena kegiatan-kegiatan pemasaran dari suatu perusahaan
saling berhubungan satu sama lain dan harus sesuai dengan perubahan lingkungan
yang ada.
Hasil-hasil penjualan, sebagai
contoh, dipengaruhi oleh ketersediaan produk, kepuasan pelanggan, periklanan,
dan sebagainya. Oleh sebab itu, suatu rancangan sistem informasi pemasaran yang
baik bukan hanya suatu sistem pentunjuk penjualan atau suatu laporan triwulan
dari peningkatan produk; sistem tersebut seharusnya memungkinkan para pemimpin
pasar untuk mengambil berbagai informasi seperti yang dibutuhkan dalam
masalah-masalah pemasaran yang mereka hadapi.
Kedua, sistem
tersebut haruslah berbentuk formal dan berkelanjutan. Dengan kata lain, sistem
tersebut harus dirancang dengan teliti sesuai dengan tujuan organisasi tertentu
yang ada sehingga sistem tersebut akan memenuhi kebutuhan para pemimpin
pemasaran untuk periode yang lebih panjang. Sistem informasi pemasaran bukan
hanya suatu yang dikhususkan, pengembangan sistem.
jangka pendek oleh seorang pemimpin
individu untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu. Namun sistem-sistem
tersebut dengan sengaja dikembangkan untuk mendukung kelanjutan pembuatan
keputusan manajemen pemasaran. Untuk mencapai hal ini tujuan organisasi
tertentu untuk sistem tersebut harus ditentukan dengan pengetahuan atas
pekerjaan para pemimpin pemasaran, dan perkembangan dari sistem tersebut harus
mempunyai komitmen dan dukungan luas dari organisasi.
Ketiga, suatu sistem
informasi pemasaran harus memberikan suatu susunan aliran informasi yang relevan untuk memandu pembuatan
keputusan pemasaran. Informasi tersebut
harus relevan dengan pembuatan keputusan pemasaran. Hal ini berarti sistem tersebut
harus dirancang bukan untuk memberikan semua kemungkinan data ataupun untuk
memberikan data saja. Sebaliknya, sistem tersebut harus dirancang untuk
memberikan berbagai bentuk data yang akan memandu pembuatan keputusan
perusahaan dan memberikan alat-alat yang dibutuhkan untuk merubah data tersebut
ke dalam informasi yang akan membantu para pemimpin dalam membuat
keputusan-keputusan manajemen pemasaran yang bijaksana dan terperinci. Untuk
mencapai hal ini, sistem tersebut harus dirancang untuk melengkapi proses
pembuatan keputusan dari organisasi sementara itu juga memenuhi kebutuhan dan
harapan dari pemakai sistem tersebut.
1.2 Tujuan Umum
Berdasarkan latar belakang di atas
penulis merumuskan rumusan masalah sebagai berikut :
1.
Apa yang dimaksud dengan sistem informasi pemasaran?
2.
Bagaimanakah proses sistem riset pemasaran ?
Sejalan dengan rumusan masalah di
atas, artikel ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan :
1.
Untuk mengetahui tentang Sistem Informasi Pemasaran
2.
Mengetahui proses riset pemasaran
1.3 Sistematika Penulisan
Sistem penulisan makalah ini dibagi kedalam beberapa
bab. Secara garis besar masing - masing bab antara lain sebagai berikut :
BAB
I PENDAHULUAN
Berisi tentang latar belakang, tujuan umum, dan Sistematika
Penulisan dari Sistem Informasi Pemasaran.
BAB
II PEMBAHASAN
Berisi tentang Pengertian Sistem Informasi, Komponen-Komponen Sistem Informasi Pemasaran,
Subsistem Sistem Informasi Pemasaran, Macam-Macam Konsep Pemasaran, Segmentasi
Pasar, dan Perilaku Konsumen.
BAB III PENUTUP
Berisi kesimpulan.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN
Pengertian
Sistem dalam pengertian yang paling umum adalah sekumpulan benda yang memiliki
hubungan di antara mereka. Kata sistem sendiri berasal dari bahasa Latin
(systema) dan bahasa Yunani (sustema) adalah suatu kesatuan yang terdiri
komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran
informasi, materi atau energi.
Sedangkan menurut para ahli, Sistem diartikan sebagai
berikut :
a.
Menurut LUDWIG VON BARTALANFY
Sistem
merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi
diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.
b.
Menurut ANATOL RAPOROT
Sistem
adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain.
c.
Menurut L. ACKOF
Sistem
adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian
dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya. Mengacu pada beberapa
definisi sistem di atas, dapat juga diartikan, sistem adalah sekumpulan unsur /
elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan
bersama
untuk mencapai suatu tujuan. Sebagai contoh, dalam sistem komputer terdapat
software (perangkat lunak), hardware (perangkat keras), dan brainware (sumber
daya manusia). Informasi adalah data yang telah diproses menjadi bentuk yang
memiliki arti bagi penerima dan dapat berupa fakta, suatu nilai yang
bermanfaat. Jadi ada suatu proses transformasi data menjadi suatu informasi =
input - proses – output .
Pemasaran adalah suatu proses social dan
manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka
butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk
yang bernilai kepada pihak lain (Kotler, 1997). Definisi pemasaran ini
bersandar pada konsep inti yang meliputi kebutuhan (needs), keinginan (wants),
dan permintaan (demands). Manusia harus menemukan kebutuhannya terlebih dahulu,
sebelum ia memenuhinya. Usaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut dapat dilakukan
dengan cara mengadakan suatu hubungan. Dengan demikian pemasaran bisa juga
diartikan suatu usaha untuk memuaskan kebutuhan pembeli dan penjual (Swasta,
1996).
Sistem
informasi pemasaran selalu digunakan oleh bagian pemasaran dalam sebuah
perusahaan untuk memasarkan produk-produk perusahaan tersebut. Sistem informasi
ini merupakan gabungan dari keputusan yg berkaitan yang di kenal dengan 4P dengan:
1. Product
Produk yang
dimaksud berhubungan bagaimana memuaskan keinginan atau kebutuhan pelanggan.
Produk dapat berupa fisik maupun jasa.
2.
Place (Tempat)
Tempat berhubungan dengan suatu cara
untuk memproduksi maupun untuk mendistribusikan produk secara fisik kepada para
pelanggan melalui saluran distribusi.
3. Promosi
Promosi berkaitan dengan suatu cara untuk mendorong penjualan produk, untuk
memasarkan produk perusahaan yang sudah dikenalkan kepada masyarakat luas
maupun produk baru.
4. Price
(Harga)
Harga berkaitan dengan elemen-elemen yang berkelanjutan dengan apa yang
dibayar oleh para pelanggan untuk mendapatkan sebuah produk yang diinginkan.
2.2
Komponen-Komponen Sistem Informasi Pemasaran
1. Komponen
Input Pemasaran
Sistem
informasi pemasaran mengumpulkan data yang
menjelaskan transaksi pemasaran perusahaan.
Subsistem intelejen
pemasaran
mengumpulkan informasi dari lingkungan perusahaan yang berkaitan dengan operasi
pemasaran. Subsistem peneliti pemasaran menlakukan penelitian khusus mengenai
operasi pemasaran.
2. Komponen
Model Pemasaran
Model
digunakan untuk menghasilkan informasi yang relevan yang sesuai dengan
kebutuhan pemakai sistemnya. Model merupakan cetakan yang merubah bentuk input
menjadi output. Model di sistem informasi pemasaran banyak digunakan untuk
menghasilkan laporan keperluan anggaran operasi, strategi penentuan harga
produk, evaluasi produk baru, pemilihan lokasi fasilitas, evaluasi penghapusan
produk lama,penunjukan salesman, penentuan rute pengiriman yang paling optimal,
pemilihan media iklan yang paling efektif dan untuk persetujuan kredit.
3. Komponen
Basis Data Pemasaran
Data yang
digunakan oleh Subsistem out put berasal dari data base. Beberapa data dalam
data base adalah unik bagi fungsi pemasaran, tapi banyak yang berbagi dengan area fungsional lain.
4. Komponen Output
Pemasaran
Tiap Subsistem out put menyediakan informasi tentang Subsistem itu sebagai
bagian dari bauran Subsistem produk menyediakan informasi tentang produk
perusahaan. Subsistem promosi menyediakan informasi tentang kegiatan periklana
perusahaan dan penjualan langsung. Subsistem harga membantu manajer untuk membuat keputusan harga.
2.3
Subsistem
Sistem Informasi Pemasaran
1. Subsistem Penelitian Pemasaran (Riset
Pemasaran)
Subsistem penelitian pemasaran
merupakan sistem yang berhubungan dengan pengumpulan, pencatatan dan analisis
data pelanggan dan calon pelanggan dan calon pelanggan. Manajer pemasaran dapat
mengunakan penelitian pemasaran untuk mengumpulkan segala jenis informasi
tetapi sebagian besar kegiatan ditujukan pada pelanggan dan calon pelanggan :
a.
Data primer dan sekunder
Data primer adalah data yang dikumpulkan perusahaan. Sedangkan data sekunder adalah data yang dikumpulkan oleh orang lain. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data primer adalah wawancara mendalam, pengamatan dan pengujian terkendali. Beberapa data skunder harus dibeli dan sering tersedia dalam bentuk pita magnetik atau disket untuk memudahkan pemasukan kedalam CBIS data sekunder yang lain seperti tersedia diperpustakan.
Data primer adalah data yang dikumpulkan perusahaan. Sedangkan data sekunder adalah data yang dikumpulkan oleh orang lain. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data primer adalah wawancara mendalam, pengamatan dan pengujian terkendali. Beberapa data skunder harus dibeli dan sering tersedia dalam bentuk pita magnetik atau disket untuk memudahkan pemasukan kedalam CBIS data sekunder yang lain seperti tersedia diperpustakan.
2. Subsistem Intelijen Pemasaran
Tiap
area fungsional bertanggung jawab untuk menghubungkan perusahaan dengan
elemen-elemen tertentu dilingkungan pemsaran yang memliki tanggung jawab utama
pada pelanggan dan pesaing. Seperti area fungsional lainnya, pemasaran juga
memiliki tanggung jawab pada pemerintah dan komunitas global.
3. Subsistem Produk
Subsistem produk berguna untuk membuat
rencana produk baru.
a.
Siklus hidup produk
Tugas manajer
pemasaran adalah mengembangkan strategi dan taktik untuk tiap unsur dalam
bauran pemasaran dan kemudian mengintegrasikan menjadi suatu rencana pemasaran
yang menyeluruh. Suatu kerangka kerja yang disebut siklus hidup produk
mengarahkan manajer dalam membuat keputusan-keputusan ini seperti arti namanya
siklus hidup produk.
b. Model evaluasi
produk baru
Keputusan untuk
mengembangkan produk baru harus dipertimbangkan secara matang dan dengan dasar
keuangan yang baik dan dibuat oleh eksekutif. Perusahaan yang memperkenalkan
banyak produk baru mengembangkan suatu prosedur formal yang mempertimbangkan
faktor-faktor seperti potensi tingkat keuntungan dan efisiensi penggunaan
sumber daya.
4. Subsistem Tempat
Pengambilan keputusan
terhadap penentuan tempat yang sesuai dengan pelemparan produk yg dihasilkan
sangat menentukan tingkat penjualan produk. Untuk itu, posisi subsistem ini
sangat vital dalam keberadaanya.
5. Subsistem Promosi
Subsistem promosi
berfungsi untuk melakukan analisis terhadap promosi yg dilakukan untuk
meningkatkan penjualan.
6. Subsistem Harga
Subsistem harga
berfungsi untuk membantu menetapkan harga terhadap produk yg dihasilkan.
a.
Penetuan harga berdasarkan biaya
Beberapa poerusahaan menggunakan
penentuan harga berdasarkan biaya dengan menentukan biaya-biaya mereka dan
menambahkan markup yang diinginkan. Jika perusahaan memilki SIA yang baik,
tersedia data biaya yang akurat mambuat tugas Subsistem harga menjadi mudah
untuk mendukung penentuan harga berdasarkan biaya.
b.
Penentuan harga berdasarkan permintaan
Kebijakan harga yang kurang
berhati-hati adalah penentuan harga berdasrakan permintaan yang menetapkan
harga sesuai dengan nilai yang ditempatkan oleh konsumen terhadap produk.
2.4 Macam-Macam Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran
mengatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan
kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasaan yang
diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.
Konsep pemasaran
yang telah diungkapkan dengan berbagai cara:
1. Temukan keinginan pasar dan
penuhilah.
2. Buatlah apa yang dapat dijual dan jangan berusaha menjual apa yang dapat
2. Buatlah apa yang dapat dijual dan jangan berusaha menjual apa yang dapat
dibuat.
3. Cintailah pelanggan, bukan produk anda.
4. Lakukanlah menurut cara anda (Burger king)
5. Andalah yang menentukan (United Airlines)
6. Melakukan segalanya dalam batas kemampuan untuk menghargai uang
3. Cintailah pelanggan, bukan produk anda.
4. Lakukanlah menurut cara anda (Burger king)
5. Andalah yang menentukan (United Airlines)
6. Melakukan segalanya dalam batas kemampuan untuk menghargai uang
pelanggan yang sarat
dengan nilai, mutu dan kepuasan (JC. Penney).
Dalam pemasaran
terdapat enam konsep yang merupakan dasar pelaksanaan kegiatan pemasaran suatu
organisasi yaitu : konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep
pemasaran, konsep pemasaran sosial, dan konsep pemasaran global.
1.
Konsep produksi
Konsep produksi berpendapat bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dimana-mana dan harganya murah. Konsep ini berorientasi pada produksi dengan mengerahkan segenap upaya untuk mencapai efesiensi produk tinggi dan distribusi yang luas. Disini tugas manajemen adalah memproduksi barang sebanyak mungkin, karena konsumen dianggap akan menerima produk yang tersedia secara luas dengan daya beli mereka.
Konsep produksi berpendapat bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dimana-mana dan harganya murah. Konsep ini berorientasi pada produksi dengan mengerahkan segenap upaya untuk mencapai efesiensi produk tinggi dan distribusi yang luas. Disini tugas manajemen adalah memproduksi barang sebanyak mungkin, karena konsumen dianggap akan menerima produk yang tersedia secara luas dengan daya beli mereka.
2.
Konsep produk
Konsep produk mengatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, performansi dan ciri-ciri yang terbaik.
Konsep produk mengatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, performansi dan ciri-ciri yang terbaik.
Tugas manajemen disini adalah membuat produk berkualitas, karena konsumen
dianggap menyukai produk berkualitas tinggi dalam penampilan dengan ciri – ciri
terbaik.
3.
Konsep penjualan
Konsep penjualan berpendapat bahwa konsumen, dengan dibiarkan begitu saja, organisasi harus melaksanakan upaya penjualan dan promosi yang agresif.
Konsep penjualan berpendapat bahwa konsumen, dengan dibiarkan begitu saja, organisasi harus melaksanakan upaya penjualan dan promosi yang agresif.
4.
Konsep pemasaran
Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunsi untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.
Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunsi untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.
5.
Konsep pemasaran sosial
Konsep pemasaran sosial berpendapat bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan dengan cara yang lebih efektif dan efisien daripasda para pesaing dengan tetap melestarikan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat.
Konsep pemasaran sosial berpendapat bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan dengan cara yang lebih efektif dan efisien daripasda para pesaing dengan tetap melestarikan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat.
6.
Konsep Pemasaran Global
Pada konsep pemasaran global ini, manajer eksekutif berupaya memahami semua faktor- faktor lingkungan yang mempengaruhi pemasaran melalui manajemen ssdtrategis yang mantap. tujuan akhirnya adalah berupaya untuk memenuhi keinginan semua pihak yang terlibat dalam perusahaan.
Pada konsep pemasaran global ini, manajer eksekutif berupaya memahami semua faktor- faktor lingkungan yang mempengaruhi pemasaran melalui manajemen ssdtrategis yang mantap. tujuan akhirnya adalah berupaya untuk memenuhi keinginan semua pihak yang terlibat dalam perusahaan.
7.
Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi suatu pasar menjadi kelompok-kelompok pembeli yang berbeda yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang berbeda. Atau segmentasi pasar bisa diartikan segmentasi pasar adalah proses pengidentifikasian dan menganalisis para pembeli di pasar produk, menganalisia perbedaan antara pembeli di pasar.
Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi suatu pasar menjadi kelompok-kelompok pembeli yang berbeda yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang berbeda. Atau segmentasi pasar bisa diartikan segmentasi pasar adalah proses pengidentifikasian dan menganalisis para pembeli di pasar produk, menganalisia perbedaan antara pembeli di pasar.
A.
Dasar-dasar dalam penetapan Segmentasi
Pasar
Dalam penetapan segmentasi pasar ada beberapa hal yang menjadi dasarnya yaitu:
Dalam penetapan segmentasi pasar ada beberapa hal yang menjadi dasarnya yaitu:
1.
Dasar – dasar segmentasi pasar pada
pasar konsumen :
a.
Variabel geografi, diantaranya :
wilayah, ukuran daerah, ukuran kota, dan kepadatan iklim.
b.
Variabel demografi, diantaranya : umur,
keluarga, siklus hidup, pendapatan, pendidikan, dll.
c.
Variabel psikologis, diantaranya :kelas
sosial, gaya hidup, dan kepribadian.
d.
Variabel perilaku pembeli, diantaranya :
manfaat yang dicari, status pemakai, tingkat pemakaian, status kesetiaan dan
sikap pada produk.
2.
Dasar – dasar segmentasi pada pasar
industri
a.
Tahap 1: menetapkan segmentasi makro,
yaitu pasar pemakai akhir, lokasi geografis, dan banyaknya langganan.
b.
Tahap 2: yaitu sikap terhadap penjual,
ciri – ciri kepribadian, kualitas produk, dan pelanggan.
B.
Syarat segmentasi Pasar
Ada beberapa syarat segmentasi yang efektif yaitu :
a. Dapat diukur
b. Dapat dicapai
c. Cukup besar atau cukup menguntungkan
d. Dapat dibedakan
e. Dapat dilaksanakan
Ada beberapa syarat segmentasi yang efektif yaitu :
a. Dapat diukur
b. Dapat dicapai
c. Cukup besar atau cukup menguntungkan
d. Dapat dibedakan
e. Dapat dilaksanakan
C.
Tingkat Segmentasi Pasar
Karena pembelian mempunyai kebutuhan dan keinginan yang unik. Setiap pembeli, berpotensi menjadi pasar yang terpisah. Oleh karena itu segmentasi pasar dapat dibangun pada beberapa tingkat yang berbeda :
a. Pemasaran massal
Pemasaran massal berfokus pada produksi massal, distribusi massal, dan promosi massal untuk produk yang sama dalam cara yang hampir sama keseluruh konsumen.
b. Pemasaran segmen
Pemasaran segmen menyadari bahwa pembeli berbeda dalam kebutuhan, persepsi, dan perilaku pembelian.
Karena pembelian mempunyai kebutuhan dan keinginan yang unik. Setiap pembeli, berpotensi menjadi pasar yang terpisah. Oleh karena itu segmentasi pasar dapat dibangun pada beberapa tingkat yang berbeda :
a. Pemasaran massal
Pemasaran massal berfokus pada produksi massal, distribusi massal, dan promosi massal untuk produk yang sama dalam cara yang hampir sama keseluruh konsumen.
b. Pemasaran segmen
Pemasaran segmen menyadari bahwa pembeli berbeda dalam kebutuhan, persepsi, dan perilaku pembelian.
c.
Pemasaran ceruk
Pemasaran ceruk (marketing niche) berfokus pada sub group didalam segmen-segmen. Suatu ceruk adalah suatu group yang didefiniskan dengan lebih sempit.
d. Pemasaran mikro
Praktek penyesuaian produk dan program pemasaran agar cocok dengan citarasa individu atau lokasi tertentu. Termasuk dalam pemasaran mikro adalah pemasaran lokal dan pemasaran individu.
Pemasaran ceruk (marketing niche) berfokus pada sub group didalam segmen-segmen. Suatu ceruk adalah suatu group yang didefiniskan dengan lebih sempit.
d. Pemasaran mikro
Praktek penyesuaian produk dan program pemasaran agar cocok dengan citarasa individu atau lokasi tertentu. Termasuk dalam pemasaran mikro adalah pemasaran lokal dan pemasaran individu.
D.
Manfaat Segmentasi Pasar
Sedangkan manfaat dari segmentasi pasar adalah:
Sedangkan manfaat dari segmentasi pasar adalah:
a.
Penjual atau produsen berada dalam
posisi yang lebih baik untuk memilih kesempatan- kesempatan pemasaran.
b.
Penjual atau produsen dapat menggunakan
pengetahuannya terhadap respon pemasaran yang berbeda-beda, sehingga dapat
mengalokasikan anggarannya secara lebih tepat pada berbagai segmen.
c.
Penjual atau produsen dapat mengatur
produk lebih baik dan daya tarik pemasarannya
E.
Menentukan Pasar Sasaran
Langkah-langkah dalam menetukan pasar sasaran yaitu :
Langkah-langkah dalam menetukan pasar sasaran yaitu :
1.
Langkah pertama
Menghitung dan menilai potensi keuntungan dari berbagai segmen yang ada.
Menghitung dan menilai potensi keuntungan dari berbagai segmen yang ada.
2.
Langkah kedua
Mencatat hasil penjualan tahun lalu dan memperkirakan untuk tahun yang akan datang.
Mencatat hasil penjualan tahun lalu dan memperkirakan untuk tahun yang akan datang.
2.5
PERILAKU
KONSUMEN
Perilaku konsumen merupakan
tindakan-tindakan individu yang melibatkan pembelian penggunaan barang dan jasa
termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan
tindakan-tindakan tersebut sebagai pengalaman dengan produk, pelayanan dari sumber
lainnya.
Adapun
faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah :
1.
Faktor kebudayaan, meliputi :
a.
Budaya
Faktor-faktor
budaya memberikan pengaruhnya paling luas pada keinginan dan perilaku konsumen.
Budaya (culture) adalah penyebab paling mendasar teori keinginan dan perilaku
seseorang.
b.
Sub budaya
Setiap
kebudayaan mengandung sub kebudayaan yang lebih kecil, atau sekelompok orang
yang mempunyai sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman dan situasi
kehidupan yang sama. Sub kebudayaan meliputi: kewarganegaraan, agama, ras, dan
daerah gegrafis.
c. Kelas sosial
c. Kelas sosial
Hampir setiap masyarakat memiliki
beberapa bentuk struktur kelas sosial. Kelas-kelas sosial adalah bagian-bagian
masyarakat yang relatif permanen dan tersusun rapi yang anggota-anggotanya
mempunyai nilai-nilai, kepentingan dan perilaku yang sama.
Perilaku konsumen juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, seperti kelompok kecil, keluarga serta aturan dan status sosial konsumen. Disini keluarga merupakan organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat. Keputusan orang ingin membeli juga dipenggaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahap siklus hidup, pekerjaan, situasi ekonomui, gaya hidup dan kepribadian serta konsep diri.
Selain dari beberapa faktor diatas yang mempengaruhi perilaku konsumen juga dipengaruhi juga oleh faktor-faktor psikologis seseorang, yang meliputi motivasi, persepsi, pengetahuan dan keyakinan serta sikap.
Perilaku konsumen juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, seperti kelompok kecil, keluarga serta aturan dan status sosial konsumen. Disini keluarga merupakan organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat. Keputusan orang ingin membeli juga dipenggaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahap siklus hidup, pekerjaan, situasi ekonomui, gaya hidup dan kepribadian serta konsep diri.
Selain dari beberapa faktor diatas yang mempengaruhi perilaku konsumen juga dipengaruhi juga oleh faktor-faktor psikologis seseorang, yang meliputi motivasi, persepsi, pengetahuan dan keyakinan serta sikap.
Perilaku
konsumen juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, seperti kelompok
kecil, keluarga serta aturan dan status sosial konsumen. Disini keluarga
merupakan organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat.
Keputusan orang ingin membeli juga dipenggaruhi oleh karakteristik pribadi
seperti umur dan tahap siklus hidup, pekerjaan, situasi ekonomui, gaya hidup
dan kepribadian serta konsep diri.
Selain dari beberapa faktor diatas yang mempengaruhi perilaku konsumen juga dipengaruhi juga oleh faktor-faktor psikologis seseorang, yang meliputi motivasi, persepsi, pengetahuan dan keyakinan serta sikap.
Selain dari beberapa faktor diatas yang mempengaruhi perilaku konsumen juga dipengaruhi juga oleh faktor-faktor psikologis seseorang, yang meliputi motivasi, persepsi, pengetahuan dan keyakinan serta sikap.
1.
Proses Pengambilan Keputusan Pembeli
a. Proses Pengambilan Keputusan Pembeli Terhadap produk Baru
Sebuah produk baru adalah barang, jasa, atau ide yang dianggap baru oleh pembeli potensial. Terkadang produk yang beredar dipasaran telah lama ada, disini konsumen dapat membuat keputusan untuk menerima / mengadopsinya. Proses adopsi adalah proses mental yang dilalui seseorang, mulai dari pengenalan pertama sampai pada penerimaan / adopsi final.
Tahap-tahap proses adopsi:
- Sadar : konsumen menjadi sadar akan adanya produk baru, tetapi kekurangan informasi mengenainya.
- Tertarik : konsumen akan menjadoi tertarik untuk mencari informasi mengenai produk baru.
- Evalusi : konsumen harus mempertimbangkan apakah produk baru tersebut masuk akal atau tidak untuk dikonsumsi.
- Mencoba : konsumen mencoba produk baru tersebut dalam skala kecil untuk meningkatkan perkiraan nilai produk tersebut.
- Adopsi : konsumen memutuskan secara penuh dan teratur menggunakan produk baru tersebut.
b. Tipe-Tipe Perilaku Membeli
Ada empat tipe perilaku membeli, yaitu :
a). Perilaku pembelian yang kompleks
Disini konsumen mengakui keterikatan yang tinggi
a. Proses Pengambilan Keputusan Pembeli Terhadap produk Baru
Sebuah produk baru adalah barang, jasa, atau ide yang dianggap baru oleh pembeli potensial. Terkadang produk yang beredar dipasaran telah lama ada, disini konsumen dapat membuat keputusan untuk menerima / mengadopsinya. Proses adopsi adalah proses mental yang dilalui seseorang, mulai dari pengenalan pertama sampai pada penerimaan / adopsi final.
Tahap-tahap proses adopsi:
- Sadar : konsumen menjadi sadar akan adanya produk baru, tetapi kekurangan informasi mengenainya.
- Tertarik : konsumen akan menjadoi tertarik untuk mencari informasi mengenai produk baru.
- Evalusi : konsumen harus mempertimbangkan apakah produk baru tersebut masuk akal atau tidak untuk dikonsumsi.
- Mencoba : konsumen mencoba produk baru tersebut dalam skala kecil untuk meningkatkan perkiraan nilai produk tersebut.
- Adopsi : konsumen memutuskan secara penuh dan teratur menggunakan produk baru tersebut.
b. Tipe-Tipe Perilaku Membeli
Ada empat tipe perilaku membeli, yaitu :
a). Perilaku pembelian yang kompleks
Disini konsumen mengakui keterikatan yang tinggi
dalam proses pembeliannya, harga produk tinggi, jarang
dibeli, memiliki resiko yang tinggi. Perilaku konsumen melalui proses tiga
langkah, yaitu: pertama, mengembangkan keyakinan tentang produk tersebut.
Kedua, membangun sikap, dan ketiga melakukan pilihan.
b). Perilaku
pembelian yang mengurangi ketidakefisienan
Disini konsumen mengalami keterlibatan tinggi
Disini konsumen mengalami keterlibatan tinggi
akan tetapi
melihat sedikit perbedaan, diantara merk-merk. Konsumen mengunjungi beberapa
tempat untuk mencari yang lebih cocok. Perilaku pembelian karena kebiasaan.
Disini konsumen rendah sekali dalam proses pembelian karena tidak ada perbedaan nyata diantara berbagai merek dan harga barang relatif rendah.
Perilaku pembelian yang mencari keragaman
Disini keterlibatan konsumen yang rendah akan dihadapkan pada berbagai pemilihan merk.
Disini konsumen rendah sekali dalam proses pembelian karena tidak ada perbedaan nyata diantara berbagai merek dan harga barang relatif rendah.
Perilaku pembelian yang mencari keragaman
Disini keterlibatan konsumen yang rendah akan dihadapkan pada berbagai pemilihan merk.
c). Tahap-Tahap
Proses Membeli
Tahap-tahap dalam proses membeli meliputi :
- Pengenalan kebutuhan/masalah
Disini orang yang akan memasarkan produk meneliti
Tahap-tahap dalam proses membeli meliputi :
- Pengenalan kebutuhan/masalah
Disini orang yang akan memasarkan produk meneliti
mengenai apa
yang dibutuhkan, apa yang menyebabkan semua itu muncul dan mengapa seseorang
membutuhkan sesuatu. Seorang pemasar akan mengenalkan pada konsumen agar lebih
tertarik.
- Pencarian informasi
Sumber informasi konsumen terbagi dalam empat kelompok, yaitu :
1). Sumber pribadi, meliputi: keluarga, teman-teman, tetangga, dan kenalan.
2). Sumber niaga, meliputi : periklanan, petugas penjualan, penjual kemasan dan pemajangan.
3). Sumber umum, meliputi : media massa dan organisasi konsumen.
4). Sumber pengalaman, meliputi: pernah menangani, menguji, dan mempergunakan produk.
- Pencarian alternatif
Terdapat lima konsep dasar bagi pemasar dalam penilaian alternatif konsumen, yaitu :
Sifat-sifat produk, apa yang menjadi ciri-ciri khusus dan perhatian konsumen terhadap produk atau jasa tersebut.
Pemasar lebih memperhatikan pentingnya ciri-ciri produk daripada penonjolan Ciri-ciri produk.
Kepercayaan konsumen terhadap ciri merek yang menonjol .
Fungsi kemanfaatan, yaitu bagaimana konsumen mengharapkan kepuasan yang diperoleh dari produk dengan tingkat alternatif yang berbeda-beda setiap hari
Bagaimana prosedur penilaian yang dilakukan konsumen dari sekian banyak ciri-ciri barang.
- Pencarian informasi
Sumber informasi konsumen terbagi dalam empat kelompok, yaitu :
1). Sumber pribadi, meliputi: keluarga, teman-teman, tetangga, dan kenalan.
2). Sumber niaga, meliputi : periklanan, petugas penjualan, penjual kemasan dan pemajangan.
3). Sumber umum, meliputi : media massa dan organisasi konsumen.
4). Sumber pengalaman, meliputi: pernah menangani, menguji, dan mempergunakan produk.
- Pencarian alternatif
Terdapat lima konsep dasar bagi pemasar dalam penilaian alternatif konsumen, yaitu :
Sifat-sifat produk, apa yang menjadi ciri-ciri khusus dan perhatian konsumen terhadap produk atau jasa tersebut.
Pemasar lebih memperhatikan pentingnya ciri-ciri produk daripada penonjolan Ciri-ciri produk.
Kepercayaan konsumen terhadap ciri merek yang menonjol .
Fungsi kemanfaatan, yaitu bagaimana konsumen mengharapkan kepuasan yang diperoleh dari produk dengan tingkat alternatif yang berbeda-beda setiap hari
Bagaimana prosedur penilaian yang dilakukan konsumen dari sekian banyak ciri-ciri barang.
- Keputusan
membeli
Ada dua faktor yang menyebabkan seseorang mengambil keputusan untuk membeli, yaitu :
Ada dua faktor yang menyebabkan seseorang mengambil keputusan untuk membeli, yaitu :
1. Sikap
orang lain : keputusan membeli itu banyak
dipengaruhi oleh teman-teman, tetangga,
atau siapa
saja yang dipercayai
2. Faktor-faktor situasi yang tidak terduga : seperti faktor
2. Faktor-faktor situasi yang tidak terduga : seperti faktor
harga pendapatan
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian bahasan, penulis
dapat disimpulkan bahwa sistem informasi pemasaran adalah kegiatan peseorangan
dan organisasi yang memudahkan dan mempercepat hubungan pertukaran yang
memuaskan dalam lingkungan yang dinamis melalui penciptaan pendistribusian
promosi dan penentuan harga barang jasa dan gagasan.
Dasar sistem informasi yang
digunakan oleh manager pemasaran adalah Sistem Laporan Internal. Sistem ini
melaporkan pesanan, penjualan, tingkat persediaan, utang piutang, dan
lain-lain. Dengan menganalisis informasi-informasi ini manager dapat melihat
ada atau tidaknya peluang atau masalah penting.
Intelejen pemasaran merupakan pengamat dan penyelidik
tentang situasi dan kondisi pasar sasaran. Dengan perkataan lain, intelejen
pemasaran berusaha mencari dan meraih data dan informasi yang di butuhkan dan
diinginkan oleh manager pemasaran.
Riset pemasaran adalah perencanaan yang sistematis,
pengmpulan analisis, dan pelaporan atas dan segala penemuan yang relevan pada
suatu situasi pemasaran tertentu yang dihadapi perusahaan.
Sejalan dengan bahasan di atas, penulis merumuskan saran sebagai berikut :
1.
Manajer hendaknya mencari system informasi pemasaran
dengan baik dan benar.
2.
Manajer hendaknya memahami serta mengaplikasikan
system tersebut pada perusahaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar